Neuromorphic Computing Bertemu Fisika
Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa komputer neuromorphic, mesin yang dirancang untuk meniru arsitektur otak manusia, dapat menyelesaikan persamaan matematika kompleks jauh lebih efektif daripada yang sebelumnya diperkirakan. Sistem terinspirasi otak ini sekarang telah menunjukkan kemampuan untuk mengatasi persamaan diferensial yang mendasari simulasi fisika, dari dinamika fluida hingga pemodelan medan elektromagnetik.
Penemuan ini membuka jalan baru yang menjanjikan untuk sains komputasi, di mana chip neuromorphic yang hemat energi dapat melengkapi atau bahkan menggantikan superkomputer tradisional untuk kelas masalah tertentu.
Cara Kerja Komputer Neuromorphic
Berbeda dengan prosesor konvensional yang mengeksekusi instruksi secara berurutan, chip neuromorphic menggunakan jaringan neuron buatan dan sinapsis yang memproses informasi secara paralel, seperti halnya otak biologis. Arsitektur ini unggul dalam pengenalan pola dan pembelajaran adaptif, tetapi peneliti belum sepenuhnya mengeksplorasi potensinya untuk menyelesaikan masalah matematika terstruktur di jantung komputasi ilmiah.
Terobosan datang ketika peneliti menemukan bahwa spiking neural networks, yang berkomunikasi melalui pulsa listrik diskrit mirip dengan neuron biologis, dapat dilatih untuk memperkirakan solusi persamaan diferensial parsial. Persamaan ini menggambarkan bagaimana besaran fisika seperti suhu, tekanan, dan kecepatan berubah di seluruh ruang dan waktu, dan menyelesaikannya sangat penting untuk segalanya dari peramalan cuaca hingga desain pesawat.
Keuntungan Kinerja dan Efisiensi
Pendekatan neuromorphic menunjukkan hasil yang luar biasa dalam tes tolok ukur. Sistem terinspirasi otak mencapai tingkat akurasi yang sebanding dengan pemecah numerik tradisional sambil mengonsumsi energi jauh lebih sedikit. Keuntungan efisiensi ini berasal dari sifat inheren paralel komputasi neuromorphic, yang menghindari hambatan pengiriman data antara memori dan prosesor yang mengganggu arsitektur konvensional.
Untuk simulasi skala besar yang saat ini memerlukan cluster komputasi besar yang berjalan selama berhari-hari atau berminggu-minggu, alternatif neuromorphic dapat secara drastis mengurangi waktu dan biaya energi komputasi ilmiah.
Implikasi untuk Masa Depan Komputasi
Penelitian menunjukkan bahwa batas antara perangkat keras AI dan perangkat keras komputasi ilmiah mulai menjadi kabur dengan cara yang signifikan. Seiring dengan matangnya teknologi neuromorphic dan berkembang, teknologi ini dapat mengubah bidang yang bergantung pada simulasi numerik intensif, termasuk pemodelan iklim, penemuan obat, sains material, dan simulasi astrofisika. Potensi penghematan energi saja bisa mengubah segalanya, mengingat bahwa komputasi ilmiah skala besar saat ini menyumbang konsumsi listrik yang substansial di lembaga penelitian di seluruh dunia.
Beberapa produsen chip utama dan laboratorium penelitian sudah berinvestasi berat dalam pengembangan perangkat keras neuromorphic, dengan sistem prototipe menunjukkan kemampuan yang semakin mengesankan setiap tahun. Otak manusia, yang melakukan pencapaian komputasi luar biasa sambil hanya mengonsumsi sekitar 20 watt daya, mungkin telah menjadi cetak biru yang lebih baik untuk komputasi ilmiah daripada yang sebelumnya disadari peneliti. Konvergensi perangkat keras AI dan komputasi ilmiah tradisional ini dapat mempercepat laju penemuan di berbagai disiplin ilmu.
Artikel ini didasarkan pada laporan dari ScienceDaily. Baca artikel asli.


